Ada kesalahan di dalam gadget ini
  • Anak saya Diare, perlukah ganti susu?

    Apakah ganti Susu dapat menyebabkan Diare?

    Ganti susu tidak menyebabkan diare karena komposisi susu untuk bayi dan anak mirip. Pernyataan ini adalah rumor belaka. Sebagian besar pennyebab diare adalah virus, yang disebut Rotavirus. Penyebab lainnya seperti bakteri Shigella, Eschericia coli, atau Enterobacter.

    Apakah hubungan antara Diare dengan Susu?

    Pada waktu diare, ada kemungkinan jonjot usus (villi dan microvilli) mengalami kerusakan yang sifatnya sebagian. Jadi tidak seluruh jonjot usus mengalami kerusakan. Karena itu, gangguan pencernaan dan penyerapan zat gizi bervariasi bergantung pada derajat kerusakannya.

    Apabila kerusakan jonjot usus bermakna, kemungkinan anak mengalami gangguan pencernaan dan penyerapan zat makanan, terutama laktosa. Gangguan pencernaan dan penyerapan laktosa terjadi karena enzim pemecah laktosa (laktase) yang terletak di jonjot usus hilang. Karena laktosa tidak dapat dicerna dan diserap dengan baik, maka laktosa yang tetap ada di saluran pencernaan menyebabkan tekanan osmosis, sehingga menyerap air ke dalam saluran pencernaan. Penambahan air ini tidak dapat diatasi oleh usus besar yang memang bertugas menyerap air, sehingga tinja menjadi cair. Inilah yang disebut diare.

    Mengapa banyak anak diare setelah minum susu?

    Pada diare ada kemungkinan terjadi gangguan pencernaan dan penyerapan laktosa sehingga terjadi diare, dokter melanjutkan penjelasannya. Laktosa adalah karbohidrat utama dalam susu yang menjadi sumber energi utama untuk anak. Dengan demikian, jika terjadi gangguan pencernaan dan penyerapan laktosa akibat diare, yang dalam istilah medis disebut intoleransi laktosa, berarti anak tidak dapat mencerna dan menyerap susu dengan baik. Jadi bukan sebaliknya, susu menjadi diare. Namun, diare menyebabkan susu tidak dapat dicerna dan diserap dengan baik.

    Bagaimana jika susu yang kita buat tidak bersih?

    Tentu saja, kalau kita tidak bersih waktu membuat susu, kemungkinan anak menjadi diare. Namun ini karena kontaminasi susu yang kita buat oleh mikroorganisme. Bukan karena susunya.


    Apakah diare menyebabkan Intoleransi Laktosa?

    Tidak semua diare menyebabkan intoleransi laktosa. Jika diare ringan, atau dengan kata lain kerusakan jonjot usus tidak berat, ada kemungkinan laktosa tetap mengalami gangguan pencernaan dan penyerapan. Namun laktosa yang lolos dari usus halus masih dapat dicerna oleh bakteri yang ada di usus besar menjadi asam lemak untuk energi sel usus besar. Gangguan pencernaan dan penyerapan laktosa ini tidak sampai menyebabkan diare. Menurut istilah medis, keadaan seperti ini disebut maldigestidan malabsorpsi laktosa.

    Apakah perlu pengenceran susu pada anak diare?

    Jangan mengencerkan susu, jawab dokter dengan tegas. Pelarutan susu seharusnya tetap seperti yang dianjurkan oleh pabrik. Praktek pengenceran susu, atau lebih jelasnya mengencerkan susu lebih dari yang dianjurkan bahkan menambah air lebih banyak menyebabkan kandungan semua zat gizi dalam susu menjadi turun.
    Penurunan zat gizi menyebabkna anak mendapatkan gizi yang kurang, sehingga anak menderita kekurangan gizi. Padahal, selama anak sakit justru memerlukan zat gizi lebih banyak. Kurang gizi menyebabkan diare lama sembuh atau berlangsung lebih lama.

    Perilaku ini biasa dilakukan sebagai upaya untuk menurunkan kandungan laktosa dalam larutan susu yang kita buat. Namun secara tak sengaja menurunkan kandungan semua zat gizi. Apabila memang diperlukan susu dengan kandungan laktosa yang rendah atau bahkan bebas laktosa, sekarang tersedia susu seperti itu.

    Apakah anak dengan diare perlu diganti susunya?

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, tidak semua anak yang diare, susunya perlu diganti. Diare ringan tidak perlu mengganti susu. Anak dengan intoleransi laktosa yang nyata memerlukan susu bebas laktosa untuk sementara. jika anak sudah sembuh, dokter akan mengatur kembali ke susu sebelumnya, karena kerusakan jonjot usus akibat diare bersifat sementara.

    Apakah anak diare perlu memantang makan untuk sementara waktu?

    Anak diare tidak perlu memantang makanan, karena makanan diperlukan anak sehat maupun sakit. Apalagi pada saat diare, anak memerlukan makanan untuk penyembuhan. Hanya saja biasanya anak diare mengalami penurunan nafsu makan. Karena itu, ibu harus pandai menyesuaikannya dengan keinginan anak.

    Akibat nafsu makan anak menurun, pilihlah makanan yang mengandung zat gizi cukup dengan jumlah lebih sedikit, misalnya schotel jagung, kroket kentang, dan roti bakar lapis omelet. Selain itu, anak diare memerlukan suplementasi zinc, yaitu suatu zat gizi mikro yang sangat penting untuk membentuk kekebalan tubuh dan pertumbuhan. Karena itu, ibu-ibu sangat perlu memerhatikan makanan anak selama diare, yang memerlukan zat gizi cukup, termasuk zinc.

    Apakah anak diare diperbolehkan makan buah?

    Buah tidak dilarang untuk anak diare. Apalagi buah mengandung elektrolit, seperti pisang, apel, melon dan blewah yang diperlukan untuk mengganti cairan yang hilang bersama tinja yang cair.

    Bolehkah ASI diberikan kepada anak yang sedang diare?

    Pertanyaan ini memang menarik, karena ASI juga mengandung laktosa sebagai sumber energi utama bayi. Namun kehebatan ASI, justru selama diare, anak mendapatkan manfaat lebih banyak dari ASI.

    Penelitian membuktikan bahwa anak diare yang diberi ASI akan lebih pendek masa sakitnya, frekuensi buang air besar lebih jarang, dan anak masih tetap mau menyusu walaupun nafsu makannya menurun. Dengan demikian ASI merupakan sumber zat gizi yang baik selama diare, dan mampu mempercepat sembuhnya diare. Karena itu, jangan berhenti menyusui selama anak diare.

    Menu sehari-hari untuk Tumbuh Kembang Anak
    dr. Endy Paryanto Prawirohartono, MPH., SpA(K)
    Herni Astuti, DCN., M.Kes
    Dewi Renaningtyas, M. Kes

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam.